
Nukleotida merupakan struktur pembentuk inti sel - DNA dan RNA yang penting untuk perkembangan sel, fungsi-fungsi tubuh dan penggantian jaringan yang rusak. Nukleotida tersebut terdapat di semua sel tubuh.
Nukleotida juga berperan dalam metabolisme sel. Contohnya saja nukleotida jenis Adenosin triposphat, yang merupakan pembawa energi utama ke dalam sel tubuh. Sel tubuh tidak akan berfungsi tanpa nukleotida ini. Nukleotida juga berfungsi untuk membantu sintesa lemak, karbohidrat, dan protein.
Nukleotida secara alami terbentuk didalam tubuh kita. Nuleotida khususnya terdapat di dalam jaringan tubuh yang berganti secara cepat, misalnya: jaringan kulit, sel darah merah dan putih, dan juga dalam sistem kekebalan tubuh.
Tubuh kita dapat membentuk nukleotida ini di dalam hati. Selain itu, kita juga bisa mendapatkannya dari luar tubuh melalui makanan yang kita konsumsi.
Nukleotida tersedia di dalam ASI, zat ini terbukti memberikan banyak manfaat bagi anak anda.
Terdapat 13 jenis nukleotida yang ditemukan di dalam ASI, 5 diantaranya terbukti memiliki fungsi-fungsi fisiologis. 5 Nukleotida tersebut adalah: 1. Sitidin 2. Adenosin 3. Uridin 4. Guanosin 5. Inosin
Nukleotida berperan penting dalan membangun kekebalan tubuh terhadap infeksi.
Hal tersebut merupakan salah satu alasan mengapa anak yang diberikan ASI jarang terkena batuk, pilek, dan berbagai penyakit lain. Nukleotida mencegah infeksi saluran pencernaan
Terjadinya diare pada anak-anak biasanya disebabkan oleh infeksi virus di saluran perncernaan (gastroenteritis). Terkadang diare juga disebabkan oleh bakteri atau parasit. Nukleotida tidak hanya dapat melindungi anak anda dari infeksi saluran cerna yang parah, tapi juga membantu pencegahan dan penyembuhan diare.
Asam lemak tidak jenuh ganda rantai panjang atau LCPUFAs terbukti meningkatkan intektual dan perkembangan pengelihatan bayi.
Anak membutuhkan suplai DNA secara tetap dan pergantian RNA yang cepat untuk membantu pertumbuhannya. Jutaan sel baru dibutuhkan setiap harinya.
Pertumbuhan seorang anak terjadi sangat cepat, terutama semasa bayi, kebutuhan nukleotida meningkat setiap hari, melebihi kemampuan tubuh untuk memproduksinya.
Hal tersebut menjadi alasan mengapa bayi juga membutuhkan nukleotida dari luar tubuhnya, yaitu dari ASI. Sayangnya, kadar nukleotida dalam susu sapi hampir tidak terdeteksi. |